Selasa, 31 Desember 2013

A for AKHIR 2013. L for LIKE MY PHOTOS!

-31 DESEMBER 2012-

Lampu-lampu di daerah Karawaci menyala meriah pada saat itu. Warna-warni dan berkelip-kelip. Gue menyaksikannya dibalik jendela restoran dimsum ternama. Dan yang gue inget, momen malam pergantian yang gue lewati bersama mamah gue itu membosankan. Well, Mamah gue itu sebenernya ngga membosankan, tapi yang membuatnya kayak gitu adalah keadaannya. Mamah gue malah ngerjain dokumen-dokumen kerjanya di hadapan gue. Dan pemandangan itu menurut gue, sangat membosankan. 

Tapi gue percaya, bahwa keadaan malam pergantian tahun nggak akan menentukan gimana cikal bakal tahun 2013 di hidup gue berjalan. Gue masih percaya bahwa awal yang kurang memuaskan, bisa aja mendapatkan akhir yang manis........



-31 DESEMBER 2013-

"Huft... akhirnya selesai"

Gue menggosok mata dan ngerasa seneng karena gue berhasil menggambar orang yang lagi duduk di atas kursi secara proporsional. Orang itu bernama Anthony. Dia adalah seorang penari laki-laki yang lahir pada tanggal 4 Juni 1986 di Orange County CA. Banyak yang terinspirasi dari cara dia mengkombinasikan gerak tarinya dengan lagunya. Termasuk gue. 

Dengan takut-takut, gue ngewarnain gambar Anthony pake cat air secara perlahan. Setelah gue sadari, gambar gue hasilnya gagal karena terlalu gugup...

Rasanya mau nangis...

Tapi mau ngepost gambar hasil karya gue yang udah berjam-jam gue buat....

Tapi, kan gambar gue gagal... 

Akhirnya perdebatan itu berakhir dengan keputusan gue yang akhirnya, mau ngepost apapun yang terjadi.


Posted to Instagram.


Gue gak berani ngeliat-ngeliat hp lagi. Takut. Memang, tag-photos yang Anthony punya itu sedikit. Tapi, ngga semua dia like. Gue cuma diem dan tegang aja kayak cumi. Tapi, energi yang gue pake buat tegang akhirnya habis. Gue akhirnya ketiduran.

Lima belas menit berlalu. Gue kebangun dan ngga inget ketegangan dan ketakutan yang tadi gue rasain. Dengan santainya gue membuka HP. Ada notif yang berbentuk logo kamera Instagram tertera di pojok kiri atas. Dan ketika gue ngebuka notifnya, mata ngantuk gue langsung terbuka lebar 



Gue tertawa bahagia. Bahagia karena Anthony. Bahagia karena kebanggaan tersendiri. And most of all, gue bahagia karena penutupan tahun 2013 ini berakhir manis untuk gue. Tidak seperti permulaan awal tahun yang hambar.


- END -

WTF IS ANTHONY?!!


Anthony Lee (in the middle)with his bestfriends

closer. (doing a selfie)

-END OF ALL-




Jumat, 27 Desember 2013

TESSELLATE

"Go alone my flower

And keep my whole lovely you

Wild green stones alone my lover

And keep us on my heart"



Radio telah menyala di sudut kamar. Namun aku tak berkenan mendengarnya. Aku sibuk menyumpal telinga dengan earphone, mendengarkan tembang kesayangan. Tembang kesayangan yang menggores kenangan. Kenangan yang terbilang singkat.


Memang tak ada kaitan antara tembang dan kenangan yang kumiliki. Hanya faktor ketidak-sengajaan yang terjadi.

Aku melihat dia yang pintar menari. Keselarasan tembang dan geraknya, membuatku tak berkedip sama sekali.

Dan aku melihat dia yang pintar nalarnya. Sikap kikuknya membuatku tertawa manis manja.

Dan aku menyentuh dia yang pintar nalarnya. Sejumput kegilaan bersarang dalam kepala.

Dan aku merindu dia yang pintar nalarnya. Hampir setiap malam aku terjaga dibuatnya.

Aku lelah akan terjaga di malam yang segelap jelaga. Kedua mata ini telah berkantung muram, warnanya suram bak suasana penjara. Pikiran tunggang langgang mengingat kenangan-kenangan lama. Ingin rasanya melepas kegilaan-kegilaan itu sejenak saja. Hanya untuk kembali waras.

Aku teringat pada dia yang pintar menari. Kucoba untuk melihatnya menari lagi, dalam layar kaca yang terfasilitasi tombol-tombol ketik. Yang biasa digunakan pada zaman kini untuk berkomunikasi.

Aku kira rindu ini akan terobati. Nyatanya malah makin nyeri tidak terperi. Ternyata aku ingin dia yang pintar nalarnya kembali secara riil. Kembali dan tak pernah pergi lagi.

( 27 / 12 / 13)





TEDUH

Matanya terpijak di mataku

Menatapku dengan utuh

Tanpa melalang kemanapun

Kala ku bicara habiskan waktu



Dengan tutur halus ia menghibur

Sesekali ia  menjejaliku torehan senyum

Dan yang aku tahu,

Raga ini rasakan teduh.

( 7/ 12/ 13)