Minggu, 27 Juli 2014

Suara Hati Kecil Sang Philopobia; Terlihat Tenang Namun Sebaliknya.

Dia hadir, dia pergi
Dia hadir, lalu pergi lagi
Sampai kini,
Dia hadir kembali
Diam disini
Seperti biasa, mencuri hati
Dan mungkin takkan kembali untuk tenggelam dalam sedih lagi
Seperti yang saya lakukan pada hari kemarin-kemarin;
saya harus sembuh dari patah hati secepat mungkin. 
Karena saya terbiasa dengan akhir menangis.
Sempat terkira bahwasanya cinta itu hanya macam dongeng klasik.
Yang penuh ditempati ksatria gagah dan putri yang cantik.
.
Jangan
Jangan buat saya merasa kembali rusak.
Jangan buat saya kembali merasakan sedu sedan.
Jangan buat saya percaya bahwa cinta itu hanya fiktif belaka.
Karenanya,
saya terlanjur masuk dalam dongeng itu, yang konon katanya indah
Jangan paksa saya keluar selagi menikmati keindahannya, kekuatannya 
yang kekal.

-To The Dearest You-

27/07/14



Sabtu, 29 Maret 2014

LINGKARAN

Kita berputar

Mengalahi siklus hujan

Stabil dan stagnan

Diam tak ada kemajuan karena,

Kita dekat,

kita pecah

Kita tertawa

dan berubah saling ingin menang


Sesaat kita senang,

sedetik kita marah

Kita, atau mungkin aku merangkak

maju perlahan dengan sukar

Lalu kau membaliknya hingga mundur telak

Seenak jidatmu saja.

Tanpa ada habis-habisnya

Terus membalik arah

Terus tertawa, lalu membara

Terus berputar

Bagai lingkaran.


(28/03/14)


Sabtu, 08 Maret 2014

KAFEIN

Kutelan dengan buas

Melewati tenggorok yang lemah

Seketika saja,

jiwaku melunjak.

Stamina menggeliat brutal

Mata terbelalak

Jantung semangat berdetak

Hingga nalar beku tak berjalan


Perlahan, efeknya memudar

Jiwaku masih membara

Namun mata terasa berat

Ligamenku penuh pegal

Bagai besi terlapis karat


(02/03/2014)

Sabtu, 15 Februari 2014

(BUKAN) TRICK ART

Hi! Just wanna share some my secrets with you all.
What secrets? 
well, just a few of my handmade pic 
and few of #theraduedle

Rutherford Guetta: Nothing But the Atomic


Beyonce:"Why Don't You Love Me?"

Starstrukk by 3OH!3

"Insant Crush" by Julian Casablancas


"Bitch, Dont Kill My Vibe" by Kendrick Lamar

"Strawberry Bubblegum" by Justin Timberlake
True Love. The Changcuters
"Summit" by Skrillex


SAYONARA

Katanya kau sulit menelusur alam dalam

alam dalam milikku seorang.

Semakin sulit, karena semakin dalam

Karena kau telah mundur sebelum perang


Tapi memang, mungkin kita tak pantas saling mengenal

Bukannya ku menganggapmu haram

Namun mata-mata publik itu kejam

Mengomentari seenak mulut harimaunya saja

Aku hanya takut taringnya menyisakan darah

di semua ujung syaraf.


Mungkin memang sebaiknya begini

Mungkin waktu akan menemukan kita di alam yang lain

atau mungkin disuatu tempat nanti...

Jadi,



Kuucapkan selamat tinggal,

dan sampai berjumpa lagi.

Sabtu, 18 Januari 2014

KEINGINAN RODA GIGI




Pernah merasa berkeinginan seperti roda gigi? Ngerasa masih nggak bahagia, padahal kebahagiaan yang telah diraih itu udah maksimal. Tapi, malah kurang puas terus dengan kebahagiaan itu, sehingga kebahagiaan itu nantinya akan sirna.

Memang bersyukur itu kadang susah untuk dijalanin. Dan kadangkala seseorang harus mengalami kehilangan untuk sadar. Sadar bahwa apa yang telah 'hilang' adalah kebahagiaannya. Kesadaran itu hanya berujung penyesalan.


" Mengapa selama masih ada, aku tak mensyukurinya?"


Ketika kamu merasa tidak puas, lihatlah ke sekelilingmu. Tak perlu membayang orang jalanan yang tak pernah nyenyak tidur. Lihatlah sekelilingmu. Cukup lihat sekelilingmu dahulu. Resapi apa yang telah mereka keluh.

Ketika kamu merasa tidak bahagia, renungilah semua momen menyenangkan. Yang membuatmu tergelak keras. Yang membuatmu masih tersenyum mengingatnya.

Mungkin saya bukanlah manusia bijak, hanyalah seorang biasa yang mencoba. Mencoba melepaskan diri, dari keinginan roda gigi ini.

(19 / 01 / 14)

LITTLE SURPRISE

Just went to my friend's birthday party last night, and just realize...


Woo hoo!

Sabtu, 11 Januari 2014

LET ME GO

" Say something i giving up on you

I'll be the one if you want me to

Anywhere i would've follow you

Say something i giving up on you "


Malam telah menunjukkan rupa. Pikiran tanpa sadar jauh melayang menuju 600 hari lalu, masa ketika ku bersusah payah meledakkan rindu buta. Rindu yang kurasa nyata dan hebatnya tak terkira. Rindu yang hanya untuknya.

Perlahan-lahan kumpulan memori itu bergerak maju. Masa ketika aku mundur. Cinta mendesak brutal otakku. Sekejap nalarku berubah dungu. Kerjaku melamun terus. Menunggu kepastian yang tak berujung. Kepastian yang mereka sebut dengan kata 'status'. Yang ada, prestasiku dengan drastis, melonjak turun.

Sedih menggebu.
Benci merasuk.
Dendam menusuk.

Dengan percepatan, memori itu bergerak menuju 20 hari silam. Masa ketika ku melupakan semua.Ketika ku sanggup tertawa lepas dihadapannya. Tanpa rasa kecewa mengganjal. Tanpa rasa cemburu menerpa.Dendam itu telah terpendam.

Namun, ketika ku melihat jauh ke dalam nurani, aku lemas. Aku tak tulus sepenuhnya. Dendam itu masih ada. Berpegang pada palung heparku yang terdalam, enggan melepasnya.

Benci itu masih tersisa. Tersangkut dalam ambang kerongkongan, yang tertahan oleh lidah. Yang kerap kali meriliskan suasana sarkastik setiap kali ku tak tahan menahannya.

Kecewa itu masih meradang. Tertutup rapat oleh logika yang dulu sempat berkarat. Yang sempat membuat otakku dungu, bodoh, dan hina dina. Hanya untuk sebuah cinta buta dan seorang "dia".


" Only know you love her

when you let her go.

And you let her..

go "



(12/01/14)


Hilanglah pergi

Dua hari ini terlewati

Yang penuh dengan durasi

Kepala serasa penuh dan pening

Mata nyaris enggan berkedip


Ketika rindu melintasi

Membuat otak frustasi

Rasanya mau mati

Menghadapi kenyataan ini


Dia disana, aku disini

Aku mendamba, dia tak perduli

Aku mengejar, dia sibuk sendiri

Aku lelah, dia datang menghampiri

(02/01/13)
are yoυ goιng тo dιѕappear ѕoмeday?

Amarah

Malam ini malam yang berenergi. Banyak urat yang ku tarik untuk memendam benci. Kuraih sebuah botol kecil penuh emosi. Kutuangkan dengan semangat berapi-api kedalam santapanku yang berwarna kuning. 

Sekejap bagai sihir onggokan berlendir itu berubah merah. Merah darah. Aku menyeringai kejam. Kubuka mulut perlahan untuk melahapnya. Kurasakan lidahku terbakar. Kurasakan amarahku mengalir dari mata.

Aku menangis penuh kelegaan. Amarahku lenyap terbawa lakrimal. Dendamku larut dirajam pedas. Egoku surut terkuras tuntas. Segala macam caci terbakar deras. Tanpa amukan, kurasa amarahku mereda.


Dengan sebotol sambal tabur dan seporsi mi kuah.

KARISMA

Karisma...

Yang selalu kunanti

Yang sayangnya, selalu pergi

Hati ini keburu merintih


Karisma....

Kukaguminya dari belakang

Sampai merasuk hingga tulang

Entah mengapa enggan berpulang


Karisma....

Kagum itu akhirnya membusuk

Sayang itu akhirnya terpuruk

Rasa lelah mengejarmu memburu


( 15 / 11 / 12)