Malam ini malam yang berenergi. Banyak urat yang ku tarik untuk memendam benci. Kuraih sebuah botol kecil penuh emosi. Kutuangkan dengan semangat berapi-api kedalam santapanku yang berwarna kuning.
Sekejap bagai sihir onggokan berlendir itu berubah merah. Merah darah. Aku menyeringai kejam. Kubuka mulut perlahan untuk melahapnya. Kurasakan lidahku terbakar. Kurasakan amarahku mengalir dari mata.
Aku menangis penuh kelegaan. Amarahku lenyap terbawa lakrimal. Dendamku larut dirajam pedas. Egoku surut terkuras tuntas. Segala macam caci terbakar deras. Tanpa amukan, kurasa amarahku mereda.
Dengan sebotol sambal tabur dan seporsi mi kuah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar