" Say something i giving up on you
I'll be the one if you want me to
Anywhere i would've follow you
Say something i giving up on you "
Malam telah menunjukkan rupa. Pikiran tanpa sadar jauh melayang menuju 600 hari lalu, masa ketika ku bersusah payah meledakkan rindu buta. Rindu yang kurasa nyata dan hebatnya tak terkira. Rindu yang hanya untuknya.
Perlahan-lahan kumpulan memori itu bergerak maju. Masa ketika aku mundur. Cinta mendesak brutal otakku. Sekejap nalarku berubah dungu. Kerjaku melamun terus. Menunggu kepastian yang tak berujung. Kepastian yang mereka sebut dengan kata 'status'. Yang ada, prestasiku dengan drastis, melonjak turun.
Sedih menggebu.
Benci merasuk.
Dendam menusuk.
Dengan percepatan, memori itu bergerak menuju 20 hari silam. Masa ketika ku melupakan semua.Ketika ku sanggup tertawa lepas dihadapannya. Tanpa rasa kecewa mengganjal. Tanpa rasa cemburu menerpa.Dendam itu telah terpendam.
Namun, ketika ku melihat jauh ke dalam nurani, aku lemas. Aku tak tulus sepenuhnya. Dendam itu masih ada. Berpegang pada palung heparku yang terdalam, enggan melepasnya.
Benci itu masih tersisa. Tersangkut dalam ambang kerongkongan, yang tertahan oleh lidah. Yang kerap kali meriliskan suasana sarkastik setiap kali ku tak tahan menahannya.
Kecewa itu masih meradang. Tertutup rapat oleh logika yang dulu sempat berkarat. Yang sempat membuat otakku dungu, bodoh, dan hina dina. Hanya untuk sebuah cinta buta dan seorang "dia".
" Only know you love her
when you let her go.
And you let her..
go "
(12/01/14)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar